<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Rahmatsubangkit's Blog</title>
	<atom:link href="http://rahmatsubangkit.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rahmatsubangkit.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Mar 2009 03:07:04 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='rahmatsubangkit.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Rahmatsubangkit's Blog</title>
		<link>http://rahmatsubangkit.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://rahmatsubangkit.wordpress.com/osd.xml" title="Rahmatsubangkit&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://rahmatsubangkit.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Visi dan Misi Kab. Magelang</title>
		<link>http://rahmatsubangkit.wordpress.com/2009/03/03/visi-dan-misi-kab-magelang/</link>
		<comments>http://rahmatsubangkit.wordpress.com/2009/03/03/visi-dan-misi-kab-magelang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 03:07:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmatsubangkit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatsubangkit.wordpress.com/?p=37</guid>
		<description><![CDATA[VISI Mensikapi perubahan tatanan daerah dan pemerintahan terutama yang berkaitan dengan kebijaksanaan penyelenggaraan otonomi daerah secara luas dan utuh yang dilandasi UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah don UU No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat don Daerah yang menunjukkan adanya perbaikan, perubahan don koreksi terhadap peme(ntah don kinerja birokrasi, maka Pemerintah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsubangkit.wordpress.com&amp;blog=6579728&amp;post=37&amp;subd=rahmatsubangkit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>VISI</p>
<p>Mensikapi perubahan tatanan daerah dan pemerintahan terutama yang berkaitan dengan kebijaksanaan penyelenggaraan otonomi daerah secara luas dan utuh yang dilandasi UU No. 22 Tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah don UU No. 25 Tahun 1999 tentang Perimbangan Keuangan Pusat don Daerah yang menunjukkan adanya perbaikan, perubahan don koreksi terhadap peme(ntah don kinerja birokrasi, maka Pemerintah Daerah dituntut adanya peningkatan kinerja yang didasarkan pada Visi dan Misi.<span id="more-37"></span></p>
<p>Dalam rangka menindaklanjuti hal tersebut Kabupaten Magelang telah berhasil menyusun Visi Kabupaten Magelang :</p>
<p>&#8221; Terwujudnya Masyarakat Kabupaten Magelang yang Bertaqwa, Berdaya Saing, Berbudaya, Mandiri dan Sejahtera &#8220;</p>
<p>dengan makna pada masing-masing kata tersebut :</p>
<p>1. Masyarakat yang BERTAQWA adalah masyarakat yang rakyatnya:</p>
<p>    *  Intensif dalam berhubungan dengan Tuhannya<br />
    *  Intensif dalam berhubungan dengan sesamanya<br />
    *  Menghormati supremasi hukum</p>
<p>2. Masyarakat yang BERDAYA SAING adalah masyarakat yang rakyatnya:</p>
<p>    *  Berpendidikan memadai<br />
    *  Berdisiplin<br />
    *  Bersemangat wirausaha<br />
    *  Berprestasi unggul</p>
<p>3) Masyarakat Yang BERBUDAYA adalah masyarakat yang rakyatnya :</p>
<p>    * Melestarikan nilai-nilai lama yang baik,<br />
    * Menerima don mengembangkan nilai-nilai baru yang lebih baik, yang tidak bertentangan dengan nilai-niiai budaya kita,<br />
    * Menggali nilai-nilai baru yang baik</p>
<p>4) Masyarakat Yang MANDIRI adalah masyarakat yang rakyatnya :</p>
<p>    * Mampu menghadapi ancaman, tantangan, hambatan, don gangguan dengan kekuatan sosial ekonomi sendiri.</p>
<p>5) Masyarakat Yang SEJAHTERA adalah masyarakat yang tercukupi kebutuhannya lahir-batin.</p>
<p>MISI<br />
Dalam rangka rnengimplementasikan Visi tersebut, telah disusun Misi:</p>
<p>   1. Meningkatkan pembinaan keberagamaan don budaya masyarakat serta meningkatkan kualitas sarananya.<br />
   2. Mengembangkan budaya kerja yang mendorong kreatifitas, profesional, berwawasan ke depan don konsisten.<br />
   3. Mengembangkan sistem pendidikan yang mengacu pada keterkaitan don kesepadanan dengan potensi daerah.<br />
   4. Mengembangkan potensi don produk unggulan daerah guna meningkatkan pemberdayaan ekonomi rakyat.<br />
   5. Mengembangkan forum kemitraan don pemberdayaan antara pemerintah dengan unsur masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan.<br />
   6. Mengembangkan kehidupan politik yang demokratis don stabil.<br />
   7. Mengembangkan supremasi hukum bagi mosyarakat don aparat. </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatsubangkit.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatsubangkit.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatsubangkit.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatsubangkit.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatsubangkit.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatsubangkit.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatsubangkit.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatsubangkit.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatsubangkit.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatsubangkit.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatsubangkit.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatsubangkit.wordpress.com/37/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatsubangkit.wordpress.com/37/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatsubangkit.wordpress.com/37/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsubangkit.wordpress.com&amp;blog=6579728&amp;post=37&amp;subd=rahmatsubangkit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatsubangkit.wordpress.com/2009/03/03/visi-dan-misi-kab-magelang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e7ee54bf3401cffc9fbd4f273746a796?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmatsubangkit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lambang Kab. Magelang</title>
		<link>http://rahmatsubangkit.wordpress.com/2009/03/03/lambang-kab-magelang/</link>
		<comments>http://rahmatsubangkit.wordpress.com/2009/03/03/lambang-kab-magelang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 03:02:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmatsubangkit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatsubangkit.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[  I. Penjelasan Gambar Bintang bersudut lima berwarna kuning emas terletak ditengah yang berbentuk perisai sebagai lambang perjuangan menggambarkan daerah Kabupaten Magelang adalah daerah yang subur bagi segala macam golongan, agama dan lapisan masyarakat. Tulisan KABUPATEN MAGELANG Berwarna kuning emas menunjukkan identitas daerah. Stupa Borobudur berdiri limas trap berwarna putih dan berlubang hitam terletak ditengah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsubangkit.wordpress.com&amp;blog=6579728&amp;post=33&amp;subd=rahmatsubangkit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--StartFragment --> </p>
<table class="content" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="400" align="center">
<tbody>
<tr>
<td>
<div><img class="aligncenter size-full wp-image-35" title="lambang_magelang1" src="http://rahmatsubangkit.files.wordpress.com/2009/03/lambang_magelang1.jpg?w=500" alt="lambang_magelang1"   /></div>
<div>I. Penjelasan Gambar</div>
<div>
<ol>
<li>Bintang bersudut lima berwarna kuning emas terletak ditengah yang berbentuk perisai sebagai lambang perjuangan menggambarkan daerah Kabupaten Magelang adalah daerah yang subur bagi segala macam golongan, agama dan lapisan masyarakat.</li>
<p><span id="more-33"></span></p>
<li>Tulisan <strong>KABUPATEN MAGELANG</strong> Berwarna kuning emas menunjukkan identitas daerah.</li>
<li>Stupa Borobudur berdiri limas trap berwarna putih dan berlubang hitam terletak ditengah &#8211; tengah perisai melambangkan monumen tersohor Candi Borobudur yang dimiliki Kabupaten Magelang dan merupakan salah satu dari 7 keajaiban dunia dan melambangkan obyek Pariwisata.</li>
<li>Keris berwarna kunig emas terletak ditengah stupa melambangkan perjuangan pahlawan Diponegoro yang gigih menentang penjajah Belanda.</li>
<li>Gunung berjumlah lima buah berwarna kuning emas terletak dibawah trap melambangkan bahwa Kabupaten Magelang adalah suatu wilayah pegunungan/dataran tinggi dari lima pegunungan ( Panca Arga ) yaitu Gunung Merapi,Merbabu, Andong, telomoyo dan Sumbing.</li>
<li>Duapuluh lima butir padi berwarna kuning berangkai membujur keatas di bagian kiri perisai dan lima buah kapas berwarna putih berangkai dengan empat daun berwarna kuning emas membujur keatas bagian perisai serta emapt buah panili pada batangnya yang melilit pada bambu runcing di sebelah kiri, melambangkan bahwa pada tanggal 25 September 1945 telah terjadi perjuangan mengusir penjajah Inggris dan Gurkha dalam mencapai kemerdekaan Indonesia di daerah Kabupaten Magelang.</li>
<li>Dua helai daun tembakau berwarna kuning emas dan klembak yang terletak lurus dibawah daun tembakau menggambarkan hasil produksi pertanian untuk Kabupaten Magelang.</li>
<li>Dua bambu runcing berwarna kuning emas terletak sudut menyudut kekiri dan kekanan pada klembak melambangkan perjuangan rakyat dan pemerintah Kabupaten Magelang dalam perang kemerdekaan yang dapat menggalang persatuan dan kesatuan Bangsa.</li>
<li>Samir berwarna merah putih melengkung keatas terletak dibagian bawah perisai yang menggambarkan suatu optimisme akan tercapainya cita &#8211; cita yang luhur.</li>
</ol>
</div>
<div>II. Penjelasan Warna</div>
<div>
<ol>
<li>Kuning tua atau kuning emas berarti keluhuran, melambangkan cita -cita yang luhur yang terkandung didalam perjuangan rakyat Kabupaten Magelang.</li>
<li>Merah tua berarti berani, melambangkan keberanian bertindak, keberanian menderita demi untuk tercapainya cita &#8211; cita luhur.</li>
<li>Hijau tua berarti harapan kehidupan, harapan akan cita &#8211; cita luhur yang amat besar.</li>
<li>Hitam berarti abadi kekal, perjuangan rakyat Kabupaten Magelang kekal dan abadi, pantang mundur sampai cita &#8211; cita berhasil.</li>
<li>Putih berarti suci bersih, perjuangan mencapai cita &#8211; cita, mencapai keadilan dan kebenaran. </li>
</ol>
</div>
</td>
</tr>
<tr>
<td> </td>
</tr>
<tr>
<td> </td>
</tr>
<tr>
<td> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table class="content" border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="400" align="center">&lt;!&#8211;</p>
<tr>
<td><img src="images/berita_terbaru.jpg" width="400" height="25" border="0" /></td>
</tr>
<p>&#8211;&gt;</p>
<tbody>
<tr>
<td> </td>
</tr>
<tr>
<td>
<hr /></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatsubangkit.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatsubangkit.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatsubangkit.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatsubangkit.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatsubangkit.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatsubangkit.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatsubangkit.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatsubangkit.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatsubangkit.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatsubangkit.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatsubangkit.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatsubangkit.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatsubangkit.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatsubangkit.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsubangkit.wordpress.com&amp;blog=6579728&amp;post=33&amp;subd=rahmatsubangkit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatsubangkit.wordpress.com/2009/03/03/lambang-kab-magelang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e7ee54bf3401cffc9fbd4f273746a796?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmatsubangkit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahmatsubangkit.files.wordpress.com/2009/03/lambang_magelang1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">lambang_magelang1</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tambang Marmer</title>
		<link>http://rahmatsubangkit.wordpress.com/2009/02/23/tambang-marmer/</link>
		<comments>http://rahmatsubangkit.wordpress.com/2009/02/23/tambang-marmer/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Feb 2009 07:41:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmatsubangkit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatsubangkit.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Tambang Marmer Menorehkan Bencana Goa Lawa, menurut legenda setempat, merupakan salah satu tempat pertapaan dan persembunyian Pangeran Diponegoro untuk bersembunyi dan juga sebagai benteng pertahanan ketika terjadi perang dengan Belanda sekitar tahun 1832 sebelum beliau ditangkap di Magelang. Andaikata benar demikian, maka sudah selayaknya tempat ini dilestarikan keberadaannya. Di samping itu, mungkin dapat dikembangkan sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsubangkit.wordpress.com&amp;blog=6579728&amp;post=17&amp;subd=rahmatsubangkit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tambang Marmer Menorehkan Bencana</p>
<p>Goa Lawa, menurut legenda setempat, merupakan salah satu tempat pertapaan dan persembunyian Pangeran Diponegoro untuk bersembunyi dan juga sebagai benteng pertahanan ketika terjadi perang dengan Belanda sekitar tahun 1832 sebelum beliau ditangkap di Magelang. Andaikata benar demikian, maka sudah selayaknya tempat ini dilestarikan keberadaannya. Di samping itu, mungkin dapat dikembangkan sebagai objek wisata yang menarik jika ditunjang dengan prasarana dan sarana yang memadai.<br />
<span id="more-17"></span><br />
Gugusan menoreh yang terletak di dua propinsi, yaitu Daerah Istimewa Yogyakarta dan Propinsi Jawa Tengah. Potensi bumi dengan kekayaan mineralnya adalah salah satu aset yang cukup besar serta potensi kekayaan budaya, wisata. Pegunungan menoreh yang mengelilingi Candi Borobudur, dalam peruntukannya merupakan areal kawasan penyangga (Buffer Zone) dan daerah tangkapan air (Water Catchment area) bagi daerah-daerah seputar candi yang juga merupakan sumber air bagi kawasan hutan rakyat dan pertanian, sehingga bisa dikatakan bahwa Menoreh merupakan kawasan Konservasi bagi Borobudur khususnya, dan kawasan sabuk Menoreh umumnya.</p>
<p>Di samping itu, Menoreh juga memiliki kakayaan Marmer yang menurut informasinya memiliki kualitas nomor 1 se-Asia. Inilah yang sebenarnya menjadikan masyarakat Menoreh terpinggirkan karenanya. Betapa tidak, kekayaan marmer yang seharusnya bisa dinikmati dan dikelola oleh masyarakat, justru pihak lain yang mengelolanya tanpa ada kepedulian dari PEMDA Magelang untuk masyarakat yang jelas-jelas terpinggirkan karenanya. Buktinya, tempo dulu masyarakat yang selalu tentram dengan bertani dan menanam dengan tempat tinggal yang damai kini menjadi Bencana. </p>
<p>Semua itu terbukti setelah PT Margola malakukan Penambangan di wilayah Selorejo yang telah menjadikan Goa Lawa dan lahan pertanian yang sejuk, Mata air yang melimpah  menjadi rusak, dan meminggirkan masyarakat sampai bertempat tingal di lereng-lereng pegunungan yang rawan longsor. Belum lagi bila akan memerlukan air harus  menempuh beberapa kilometer untuk mendapatkannya. Apakah ini yang dikatakan menyejahterakan rakyat&#8230;sesuai dengan janjinya dulu sebelum terjadi pemaksaan penjualan tanah.</p>
<p>Walapun PT Margola telah memiliki Izin (SIPD) tetapi proses mendapatkan izinnya tidak benar. Sesuai dengan  UU No 22 tahun 1999 Otonomi daerah (Kewenangan pemberian izin) dan Perda No 23 tahun 2001 tentang (Izin Usaha Pertambangan). Bahwa seluruh izin dikeluarkan oleh Kabupaten (Bupati) dengan pertimbangan dewan serta mendapat persetujuan dari Warga setempat. Tapi,   nyatanya, izin PT Margola telah melanggar UU tersebut dan PERDA No. 23 tahun 2001. Karena izin tersebut masih dikeluarkan oleh pihak propinsi. Hal ini jelas menyalahi peraturan dan kebijakan PEMDA Magelang. Setelah dikeluarkannya UU Otda dan PERDA tersebut, maka selambat-lambatnya 1 tahun harus sudah memperbaharuinya. Tapi, nyatanya, hingga kini masih belum dilakukan.</p>
<p>Itu terbukti saat Pengajuan perpanjangan maupun pengajuan SIPD Pengolahan dengan mengabaikan kebijakan yang ada, yaitu UU No 22 tahun 1999 Otonomi daerah dan Perda No 23 tahun 2001 tentang penambangan galian C. Dengan disahkannya UU No 22 tahun 1999, semua wewenang  ada di tingkat Kabupaten, termasuk persoalan pertambangan galian C.</p>
<p>Fakta lainnya menunjukan bahwa manipulasi data dalam penyusunan UKL -UPL PT Margola untuk mendapatkan SIPD pengolahan pada bulan April 2003 bermaterai yang ditandatangani oleh direktur perusahaan; Ana Maria Thenggono. Demikian juga UKL-UPL Ekploitasi tertanggal 27 Juli  1999. yang juga telah dibahas dan dipresentasikan warga tentang data yang tertera sesuai atau tidak dengan kondisi sebenarnya.</p>
<p>Kewajiban dan ketentuan pemegang SIPD selama ini juga tidak dijalankan oleh PT Margola. Seharusnya, SIPD yang dimilikinya telah gugur dan harus diperbaharui sesuai dengan aturan yang baru.</p>
<p>Sangat jauh sekali dengan aturan yang diterapkan di kawasan pertambangan pasir di Merapi, di mana izin pertama kali untuk melakukan pertambangan adalah dari desa. Jika desa tidak memberikan izin, maka pertambangan tidak bisa dilakukan. Tetapi,  di Menoreh, tanpa sepengetahuan warga dan aparat desa pun izin selalu dikeluarkan oleh pihak Propinsi. Ini adalah sebuah kesalahan dan kebohongan yang selalu diterapkan pada masyarakat yang selalu tertindas.</p>
<p>Bagaimana bisa Kebijakan dan aturan yang sama diperuntukkan di Kabupaten Magelang, Sedang dalam pelaksanaannya berbeda-beda. Siapa yang bertanggung jawab atas semua ini?</p>
<p>Apakah kita sebagai warga negara Indonesia yang taat dengan hukum harus diam saja melihat manipulasi dan penyalahgunaan kewenangan demi kepentingan pribadi.<br />
Sebenarnya, sesuai dengan aturan (kebijakan), masyarakat berhak untuk mempertanyakan dan menggugat pemerintah, jika kinerja-kinerja yang mereka lakukan tidak sesuai dengan aturan yang ada, serta tidak berpihak pada masyarakat,  justru malah berpihak pada Investor demi kepentingan pribadi.</p>
<p>Melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) telah dilakukan oleh masyarakat Selorejo untuk menggugat Gubernur yang telah mengeluarkan Surat Permohonan Rekomendasi SIPD Pengolahan Kepada Bupati Magelang dengan sangat segera. Padahal, tidak seharusnya dari Pihak propinsi mengeluarkan Surat tersebut. Karena kewenangan dan proses perizinan ada di  tingkat Kabupaten.</p>
<p>Oleh karena itu, Pemkab Magelang harus bertanggung jawab atas semua proses yang telah melegalkan PT Margola untuk melakukan penambangan Marmer yang jelas-jelas cacat hukum.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatsubangkit.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatsubangkit.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatsubangkit.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatsubangkit.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatsubangkit.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatsubangkit.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatsubangkit.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatsubangkit.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatsubangkit.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatsubangkit.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatsubangkit.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatsubangkit.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatsubangkit.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatsubangkit.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsubangkit.wordpress.com&amp;blog=6579728&amp;post=17&amp;subd=rahmatsubangkit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatsubangkit.wordpress.com/2009/02/23/tambang-marmer/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e7ee54bf3401cffc9fbd4f273746a796?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmatsubangkit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kabupaten Magelang</title>
		<link>http://rahmatsubangkit.wordpress.com/2009/02/15/kabupaten-magelang/</link>
		<comments>http://rahmatsubangkit.wordpress.com/2009/02/15/kabupaten-magelang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Feb 2009 04:18:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmatsubangkit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rahmatsubangkit.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Candi Borobudur Sebagai Warisan Leluhur Bangsa Candi Borobudur merupakan candi Budha, terletak di desa Borobudur kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Nama Borobudur merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara dari bahasa Sansekerta berarti kompleks candi atau biara. Sedangkan Budur berasal dari kata [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsubangkit.wordpress.com&amp;blog=6579728&amp;post=3&amp;subd=rahmatsubangkit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><strong>Candi Borobudur Sebagai Warisan Leluhur Bangsa</strong></p>
<p>Candi Borobudur merupakan candi Budha, terletak di desa Borobudur kabupaten Magelang, Jawa Tengah, dibangun oleh Raja Samaratungga, salah satu raja kerajaan Mataram Kuno, keturunan Wangsa Syailendra. Nama Borobudur merupakan gabungan dari kata Bara dan Budur. Bara dari bahasa Sansekerta berarti kompleks candi atau biara. Sedangkan Budur berasal dari kata Beduhur yang berarti di atas, dengan demikian Borobudur berarti Biara di atas bukit. Sementara menurut sumber lain berarti sebuah gunung yang berteras-teras (budhara), sementara sumber lainnya mengatakan Borobudur berarti biara yang terletak di tempat tinggi.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-4" title="image0031" src="http://rahmatsubangkit.files.wordpress.com/2009/02/image0031.jpg?w=500" alt="image0031"   /><br />
<span id="more-3"></span><br />
Stupa Candi Borobudur Stupa Candi Borobudur – (arie saksono) Bangunan Borobudur berbentuk punden berundak terdiri dari 10 tingkat, berukuran 123 x 123 meter. Tingginya 42 meter sebelum direnovasi dan 34,5 meter setelah direnovasi karena tingkat paling bawah digunakan sebagai penahan. Candi Budha ini memiliki 1460 relief dan 504 stupa Budha di kompleksnya. Enam tingkat paling bawah berbentuk bujur sangkar dan tiga tingkat di atasnya berbentuk lingkaran dan satu tingkat tertinggi yang berupa stupa Budha yang menghadap ke arah barat. Setiap tingkatan melambangkan tahapan kehidupan manusia. Sesuai mahzab Budha Mahayana, setiap orang yang ingin mencapai tingkat sebagai Budha mesti melalui setiap tingkatan kehidupan tersebut. * Kamadhatu, bagian dasar Borobudur, melambangkan manusia yang masih terikat nafsu. * Rupadhatu, empat tingkat di atasnya, melambangkan manusia yang telah dapat membebaskan diri dari nafsu namun masih terikat rupa dan bentuk. Pada tingkat tersebut, patung Budha diletakkan terbuka. * Arupadhatu, tiga tingkat di atasnya dimana Budha diletakkan di dalam stupa yang berlubang-lubang. Melambangkan manusia yang telah terbebas dari nafsu, rupa, dan bentuk. * Arupa, bagian paling atas yang melambangkan nirwana, tempat Budha bersemayam. Setiap tingkatan memiliki relief-relief yang akan terbaca secara runtut berjalan searah jarum jam (arah kiri dari pintu masuk candi). Pada reliefnya Borobudur bercerita tentang suatu kisah yang sangat melegenda, bermacam-macam isi ceritanya, antara lain ada relief-relief tentang wiracarita Ramayana, ada pula relief-relief cerita jātaka. Selain itu, terdapat pula relief yang menggambarkan kondisi masyarakat saat itu. Misalnya, relief tentang aktivitas petani yang mencerminkan tentang kemajuan sistem pertanian saat itu dan relief kapal layar merupakan representasi dari kemajuan pelayaran yang waktu itu berpusat di Bergotta (Semarang). Keseluruhan relief yang ada di candi Borobudur mencerminkan ajaran sang Budha. Seorang budhis asal India bernama Atisha, pada abad ke 10, pernah berkunjung ke candi yang dibangun 3 abad sebelum Angkor Wat di Kamboja dan 4 abad sebelum Katedral Agung di Eropa ini. Berkat mengunjungi Borobudur dan berbekal naskah ajaran Budha dari Serlingpa (salah satu raja Kerajaan Sriwijaya), Atisha mampu mengembangkan ajaran Budha. Ia menjadi kepala biara Vikramasila dan mengajari orang Tibet tentang cara mempraktekkan Dharma. Enam naskah dari Serlingpa pun diringkas menjadi sebuah inti ajaran disebut “The Lamp for the Path to Enlightenment” atau yang lebih dikenal dengan nama Bodhipathapradipa. renee_borobudur01981 Arca Budha &#8211; Dharmacakra Mudra courtesy ©2008 Renee Scipio Salah satu pertanyaan yang kini belum terjawab tentang Borobudur adalah bagaimana kondisi sekitar candi ketika dibangun dan mengapa candi itu ditemukan dalam keadaan terkubur. Beberapa mengatakan Borobudur awalnya berdiri dikelilingii rawa kemudian terpendam karena letusan Merapi. Hal tersebut berdasarkan prasasti Kalkutta bertuliskan ‘Amawa’ berarti lautan susu. Kata itu yang kemudian diartikan sebagai lahar Merapi, kemungkinan Borobudur tertimbun lahar dingin Merapi. Desa-desa sekitar Borobudur, seperti Karanganyar dan Wanurejo terdapat aktivitas warga membuat kerajinan. Selain itu, puncak watu Kendil merupakan tempat ideal untuk memandang panorama Borobudur dari atas. Gempa 27 Mei 2006 lalu tidak berdampak sama sekali pada Borobudur sehingga bangunan candi tersebut masih dapat dikunjungi. Sejarah Candi Borobudur Sekitar tiga ratus tahun lampau, tempat candi ini berada masih berupa hutan belukar yang oleh penduduk sekitarnya disebut Redi Borobudur. Untuk pertama kalinya, nama Borobudur diketahui dari naskah Negarakertagama karya Mpu Prapanca pada tahun 1365 Masehi, disebutkan tentang biara di Budur. Kemudian pada Naskah Babad Tanah Jawi (1709-1710) ada berita tentang Mas Dana, seorang pemberontak terhadap Raja Paku Buwono I, yang tertangkap di Redi Borobudur dan dijatuhi hukuman mati. Kemudian pada tahun 1758, tercetus berita tentang seorang pangeran dari Yogyakarta, yakni Pangeran Monconagoro, yang berminat melihat arca seorang ksatria yang terkurung dalam sangkar.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-6" title="image0011" src="http://rahmatsubangkit.files.wordpress.com/2009/02/image0011.jpg?w=500" alt="image0011"   /></p>
<p>Arca Budha Borobudur Arca Budha dalam relung Candi Borobudur– (arie saksono) Pada tahun 1814, Thomas Stamford Raffles mendapat berita dari bawahannya tentang adanya bukit yang dipenuhi dengan batu-batu berukir. Berdasarkan berita itu Raffles mengutus Cornelius, seorang pengagum seni dan sejarah, untuk membersihkan bukit itu. Setelah dibersihkan selama dua bulan dengan bantuan 200 orang penduduk, bangunan candi semakin jelas dan pemugaran dilanjutkan pada 1825. Pada 1834, Residen Kedu membersihkan candi lagi, dan tahun 1842 stupa candi ditinjau untuk penelitian lebih lanjut. Nama Borobudur Mengenai nama Borobudur sendiri banyak ahli purbakala yang menafsirkannya, di antaranya Prof. Dr. Poerbotjoroko menerangkan bahwa kata Borobudur berasal dari dua kata Bhoro dan Budur. Bhoro berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti bihara atau asrama, sedangkan kata Budur merujuk pada kata yang berasal dari Bali Beduhur yang berarti di atas. Pendapat ini dikuatkan oleh Prof. Dr. WF. Stutterheim yang berpendapat bahwa Borobudur berarti Bihara di atas sebuah bukit. Prof. JG. De Casparis mendasarkan pada Prasasti Karang Tengah yang menyebutkan tahun pendirian bangunan ini, yaitu Tahun Sangkala: rasa sagara kstidhara, atau tahun Caka 746 (824 Masehi), atau pada masa Wangsa Syailendra yang mengagungkan Dewa Indra. Dalam prasasti didapatlah nama Bhumisambharabhudhara yang berarti tempat pemujaan para nenek moyang bagi arwah-arwah leluhurnya. Bagaimana pergeseran kata itu terjadi menjadi Borobudur? Hal ini terjadi karena faktor pengucapan masyarakat setempat. Pembangunan Candi Borobudur Candi Borobudur dibuat pada masa Wangsa Syailendra yang Buddhis di bawah kepemimpinan Raja Samarotthungga. Arsitektur yang menciptakan candi, berdasarkan tuturan masyarakat bernama Gunadharma. Pembangunan candi itu selesai pada tahun 847 M. Menurut prasasti Kulrak (784M) pembuatan candi ini dibantu oleh seorang guru dari Ghandadwipa (Bengalore) bernama Kumaragacya yang sangat dihormati, dan seorang pangeran dari Kashmir bernama Visvawarman sebagai penasihat yang ahli dalam ajaran Buddis Tantra Vajrayana. Pembangunan candi ini dimulai pada masa Maha Raja Dananjaya yang bergelar Sri Sanggramadananjaya, dilanjutkan oleh putranya, Samarotthungga, dan oleh cucu perempuannya, Dyah Ayu Pramodhawardhani. Sebelum dipugar, Candi Borobudur hanya berupa reruntuhan seperti halnya artefak-artefak candi yang baru ditemukan. Pemugaran selanjutnya oleh Cornelius pada masa Raffles maupun Residen Hatmann, setelah itu periode selanjutnya dilakukan pada 1907-1911 oleh Theodorus van Erp yang membangun kembali susunan bentuk candi dari reruntuhan karena dimakan zaman sampai kepada bentuk sekarang. Van Erp sebetulnya seorang ahli teknik bangunan Genie Militer dengan pangkat letnan satu, tetapi kemudian tertarik untuk meneliti dan mempelajari seluk-beluk Candi Borobudur, mulai falsafahnya sampai kepada ajaran-ajaran yang dikandungnya. Untuk itu dia mencoba melakukan studi banding selama beberapa tahun di India. Ia juga pergi ke Sri Langka untuk melihat susunan bangunan puncak stupa Sanchi di Kandy, sampai akhirnya van Erp menemukan bentuk Candi Borobudur. Sedangkan mengenai landasan falsafah dan agamanya ditemukan oleh Stutterheim dan NJ. Krom, yakni tentang ajaran Buddha Dharma dengan aliran Mahayana-Yogacara dan ada kecenderungan pula bercampur dengan aliran Tantrayana-Vajrayana. Penelitian terhadap susunan bangunan candi dan falsafah yang dibawanya tentunya membutuhkan waktu yang tidak sedikit, apalagi kalau dihubung-hubungkan dengan bangunan-bangunan candi lainnya yang masih satu rumpun. Seperti halnya antara Candi Borobudur dengan Candi Pawon dan Candi Mendut yang secara geografis berada pada satu jalur. Materi Candi Borobudur Candi Borobudur merupakan candi terbesar kedua setelah Candi Ankor Wat di Kamboja. Luas bangunan Candi Borobudur 15.129 m2 yang tersusun dari 55.000 m3 batu, dari 2 juta potongan batu-batuan. Ukuran batu rata-rata 25 cm X 10 cm X 15 cm. Panjang potongan batu secara keseluruhan 500 km dengan berat keseluruhan batu 1,3 juta ton. Dinding-dinding Candi Borobudur dikelilingi oleh gambar-gambar atau relief yang merupakan satu rangkaian cerita yang terususun dalam 1.460 panel. Panjang panel masing-masing 2 meter. Jika rangkaian relief itu dibentangkan maka kurang lebih panjang relief seluruhnya 3 km. Jumlah tingkat ada sepuluh, tingkat 1-6 berbentuk bujur sangkar, sedangkan tingkat 7-10 berbentuk bundar. Arca yang terdapat di seluruh bangunan candi berjumlah 504 buah. Tinggi candi dari permukaan tanah sampai ujung stupa induk dulunya 42 meter, namun sekarang tinggal 34,5 meter setelah tersambar petir. Menurut hasil penyelidikan seorang antropolog-etnolog Austria, Robert von Heine Geldern, nenek moyang bangsa Indonesia sudah mengenal tata budaya pada zaman Neolithic dan Megalithic yang berasal dari Vietnam Selatan dan Kamboja. Pada zaman Megalithic itu nenek moyang bangsa Indonesia membuat makam leluhurnya sekaligus tempat pemujaan berupa bangunan piramida bersusun, semakin ke atas semakin kecil. Salah satunya yang ditemukan di Lebak Sibedug Leuwiliang Bogor Jawa Barat. Bangunan serupa juga terdapat di Candi Sukuh di dekat Solo, juga Candi Borobudur. Kalau kita lihat dari kejauhan, Borobudur akan tampak seperti susunan bangunan berundak atau semacam piramida dan sebuah stupa. Berbeda dengan piramida raksasa di Mesir dan Piramida Teotihuacan di Meksiko Candi Borobudur merupakan versi lain bangunan piramida. Piramida Borobudur berupa kepunden berundak yang tidak akan ditemukan di daerah dan negara manapun, termasuk di India. Hal tersebut merupakan salah satu kelebihan Candi Borobudur yang merupakan kekhasan arsitektur Budhis di Indonesia. Misteri seputar Candi Borobudur Sampai saat ini ada beberapa hal yang masih menjadi bahan misteri seputar berdirinya Candi Borobudur, misalnya dalam hal susunan batu, cara mengangkut batu dari daerah asal sampai ke tempat tujuan, apakah batu-batu itu sudah dalam ukuran yang dikehendaki atau masih berupa bentuk asli batu gunung, berapa lama proses pemotongan batu-batu itu sampai pada ukuran yang dikehendaki, bagaimana cara menaikan batu-batu itu dari dasar halaman candi sampai ke puncak, alat derek apakah yang dipergunakan?. Gambar relief, apakah batu-batu itu sesudah bergambar lalu dipasang, atau batu dalam keadaan polos baru dipahat untuk digambar. Dan mulai dari bagian mana gambar itu dipahat, dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas? masih banyak lagi misteri yang belum terungkap secara ilmiah, terutama tentang ruang yang ditemukan pada stupa induk candi dan patung Budha, di pusat atau zenith candi dalam stupa terbesar, diduga dulu ada sebuah patung penggambaran Adibuddha yang tidak sempurna yang hingga kini masih menjadi misteri. Kronologis Penemuan dan pemugaran Borobudur * 1814 &#8211; Sir Thomas Stamford Raffles, Gubernur Jenderal Britania Raya di Jawa, mendengar adanya penemuan benda purbakala di desa Borobudur. Raffles memerintahkan H.C. Cornelius untuk menyelidiki lokasi penemuan, berupa bukit yang dipenuhi semak belukar. * 1873 &#8211; monografi pertama tentang candi diterbitkan. * 1900 &#8211; pemerintahan Hindia Belanda menetapkan sebuah panitia pemugaran dan perawatan candi Borobudur. * 1907 &#8211; Theodoor van Erp memimpin pemugaran hingga tahun 1911. * 1926 &#8211; Borobudur dipugar kembali, tapi terhenti pada tahun 1940 akibat krisis malaise dan Perang Dunia II. * 1956 &#8211; pemerintah Indonesia meminta bantuan UNESCO. Prof. Dr. C. Coremans datang ke Indonesia dari Belgia untuk meneliti sebab-sebab kerusakan Borobudur. * 1963 &#8211; pemerintah Indonesia mengeluarkan surat keputusan untuk memugar Borobudur, tapi berantakan setelah terjadi peristiwa G-30-S. * 1968 &#8211; pada konferensi-15 di Perancis, UNESCO setuju untuk memberi bantuan untuk menyelamatkan Borobudur. * 1971 &#8211; pemerintah Indonesia membentuk badan pemugaran Borobudur yang diketuai Prof.Ir.Roosseno. * 1972 &#8211; International Consultative Committee dibentuk dengan melibatkan berbagai negara dan Roosseno sebagai ketuanya. Komite yang disponsori UNESCO menyediakan 5 juta dolar Amerika Serikat dari biaya pemugaran 7.750 juta dolar Amerika Serikat. Sisanya ditanggung Indonesia. * 10 Agustus 1973 &#8211; Presiden Soeharto meresmikan dimulainya pemugaran Borobudur; pemugaran selesai pada tahun 1984 * 21 Januari 1985 &#8211; terjadi serangan bom yang merusakkan beberapa stupa pada candi Borobudur yang kemudian segera diperbaiki kembali. * 1991 &#8211; Borobudur ditetapkan sebagai Warisan Dunia UNESCO. Sumber: 1. Soekmono, R. DR., Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2, Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 1973. 2. Ismail Kusmayadi, “Harta Karun Itu Bernama Candi Borobudur”, Pikiran Rakyat Cyber Media, Sabtu, 02 Juli 2005. 3. Soekmono, R. DR., Candi Borobudur &#8211; Pusaka Budaya Umat Manusia , Jakarta: Pustaka Jaya, 1978. 4. Berbagai sumber lain: ©2008 arie saksono This entry was posted on Saturday, January 12th, 2008 at 16:10 and is filed under Budaya, Historie, Indonesia, Pariwisata, Sejarah. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site. 17 Responses to “CANDI BOROBUDUR warisan luhur bangsa”</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatsubangkit.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatsubangkit.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatsubangkit.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatsubangkit.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatsubangkit.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatsubangkit.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatsubangkit.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatsubangkit.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatsubangkit.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatsubangkit.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatsubangkit.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatsubangkit.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatsubangkit.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatsubangkit.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsubangkit.wordpress.com&amp;blog=6579728&amp;post=3&amp;subd=rahmatsubangkit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatsubangkit.wordpress.com/2009/02/15/kabupaten-magelang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e7ee54bf3401cffc9fbd4f273746a796?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmatsubangkit</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahmatsubangkit.files.wordpress.com/2009/02/image0031.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image0031</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://rahmatsubangkit.files.wordpress.com/2009/02/image0011.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">image0011</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://rahmatsubangkit.wordpress.com/2009/02/14/hello-world/</link>
		<comments>http://rahmatsubangkit.wordpress.com/2009/02/14/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Feb 2009 07:20:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rahmatsubangkit</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsubangkit.wordpress.com&amp;blog=6579728&amp;post=1&amp;subd=rahmatsubangkit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/rahmatsubangkit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/rahmatsubangkit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/rahmatsubangkit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/rahmatsubangkit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/rahmatsubangkit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/rahmatsubangkit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/rahmatsubangkit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/rahmatsubangkit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/rahmatsubangkit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/rahmatsubangkit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/rahmatsubangkit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/rahmatsubangkit.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/rahmatsubangkit.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/rahmatsubangkit.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=rahmatsubangkit.wordpress.com&amp;blog=6579728&amp;post=1&amp;subd=rahmatsubangkit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rahmatsubangkit.wordpress.com/2009/02/14/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e7ee54bf3401cffc9fbd4f273746a796?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">rahmatsubangkit</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
